Bahasa • English
China Huadian

Pembangunan Proyek, Investasi dan O&M

Indonesia

Indonesia
 
Lafarge (Aceh Besar) Lafarge (Aceh Besar) : Sudah beroperasi
Asahan Asahan : Sudah beroperasi
Batam Batam : Dalam pengerjaan
Bali Bali : Dalam pengerjaan
Cirebon Indorama (Purwakarta, West Java) : Pengerjaan telah selesai
Balikpapan Balikpapan : Pengajuan kontrak
Jakarta office Jakarta office : Kantor CHEC di Jakarta
Medan office Medan office : Kantor CHEC di Medan
Kami melakukan kontrak EPC pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. Rekayasa konstruksi oleh Huadian Internasional telah lakukan di Indonesia dan kami selalu menganggap Indonesia sebagai salah satu pasar kami yang paling penting. Indorama adalah proyek pertama kami di Indonesia. Seiring pertumbuhan pasar di Indonesia dan pengalaman kami bertambah, kami mengerjakan 2 proyek lain, yaitu 2 � 90 MW hydro-power Stasiun di Asahan, yang merupakan stasiun pembangkit listrik tenaga air terbesar kedua di Indonesia dan 2 � 16.5MW pembangkit listrik mandiri di Aceh, yang merupakan pertama kali Huadian bekerja sama dengan pemilik asing. Kedua proyek bergerak dengan lancar dan pengerjaan hampir selesai. Baru-baru ini, untuk memperluas pasar kami di Indonesia, kami mengajukan penawaran dan kami memenangkan tender untuk 2 � 60MW stasiun hidro-listrik di Batam, dimana pengerjaan proyek telah dimulai.

 

Worldwide

Worldwide
 
  People’s Republic of China Republik Rakyat China : 21 propinsi
  Indonesia Indonesia : 3 pembangkit listrik
  Cambodia Cambodia : 2 pembangkit listrik
  Vietam Vietnam : 1 pembangkit listrik
  Romania Romania : Kantor CHEC di Eropa
Sebagai salah satu 5 perusahaan listrik terbesar di China, China Huadian Corporation memiliki total kapasitas terpasang 80000MW di daratan China pada akhir tahun 2009. Konstruksi kami tersebar di 21 propinsi dan kapasitas terpasang masih cepat meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar internasional kami juga telah berhasil dikembangkan, karena kami punya reputasi tinggi dan membuat beberapa terobosan di Indonesia. Jadi kami memutuskan untuk melangkah lebih jauh dari itu. Kami telah datang ke Kamboja dan Vietnam, dan untuk tujuan jangka panjang, kami akan memperluas pasar kami ke Eropa, Amerika Selatan dan Afrika.

Pada tahun 2010, pasar CHEC di Indonesia makin berkembang. Pertama-tama, CHEC memperluas ruang lingkup bisnis dengan mulai berinvestasi pembangunan pembangkit listrik. Proyek di Pulau Batam dan Pulau Bali awal yang baik untuk investasi luar negeri CHEC. Ruang lingkup usaha CHEC di pasar internasional tidak lagi terbatas dalam kontrak EPC, tetapi juga di beberapa daerah lain. Dan sudah jelas bahwa perpanjangan akan segera melanjutkan ke beberapa industri lainnya. Kedua, pengoperasian pembangkit listrik Lhoknga tetap stabil. Persentase Ketersediaan boiler dan turbin selalu lebih tinggi dari 99%. Yang paling penting, kantor cabang CHEC di Indonesia telah didirikan. Hal ini menunjukkan pengakuan para pemimpin senior di CHEC ke pasar Indonesia. Dan dasar dari perusahaan akan membantu CHEC mengembangkan pasar Indonesia lebih cepat dan efisien.